KUTUKAN NASIB
kabut mulai turun perlahan menyentuh dedaunan alang ilalang
senjapun mengepakan lembayung menantang riang
menggoda jiwa yang terrenggut kesedihan untuk terbang mengawang
menjelajahi alam hayal menjumpai kebahagiaan yang selalu hilang
matahari diam-diam bersembunyi di ketinggian bukit
rasa sakitpun kembali bangkit menjerit
membelah kemisterian malam yang tak mampu terungkit
lalu penyesalan kembali bangkit melolongkan teriakan sakit
kehilangan memang selalu menyimpan sejumlah penyesalan
menangispun menjadi satu-satunya jalan untuk tetap bertahan
dalam suasana jiwa tertekan beban
dalam suasana hati yang tak mampu merelakan
saat malam datang ku harap ia
membawa bulan yang telanjang
menarikan tarian-tarian jalang yang liar merangsang
maka aku akan ikut bergoyang memegang paha yang menegang
lalu orgasme di alam mimpi yang beraroma porno di atas ranjang
namun, saat aku terbangun di pagi hari yang sunyi
ketiadaanmu mulai menghampiri menusuk-nusuk dinding hati
sakit pun kembali mengundang penyesalan dan aral
cacian dan kutukan terobral dari mulutku yang binal
pas waktu sarapan pagi, nasi basi hanya ditemani teri
dibaluti merahnya sambal terasi (bleg we tai banci)
tak lama menikmati sarapan pagi aku langsung lari
tak tahan kebelet pengen setor ke toilet...eh,,,mencret
anjriiiiit,,,nasib-nasib.
Komentar
Posting Komentar