Postingan

Menampilkan postingan dari 2017
MESKI,KU BENCI KAU TETAP AHRUS PERGI Matahari mulai terjuntai di upuk barat, lalu terprosok kedalam jurang kesunyian. Angin bersama kabut menyibakan aura dingin di musim kemarau yang kian galau, karena seseorang yang kuimpikan disisiku selamanya akan mulai pergi bulan depan. Meski pergi, bukan dari kehidupanku dan hatiku namun tetap saja keteiadaanya untuk beberapa minggu atau beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kedepan akan meninggalkan jejak kerinduan yang tak mungkin bisa ku hapus hanya lewat telephon atau pun SMS. Perempuanku,,,aku menuliskan ini untukmu, bukan berarti aku meratapi kepergianmu. Jika kau bertanya, “apa kamu izinkan aku pergi untuk beberapa waktu yang telah kita sepakati dan pergi untuk kembali pada hatimu pula??” Maka, jangan harap kau mendapati jawabannya tergelayut dibibirku. Saat ini, Benaku masih sibuk oleh pergulatan antara harapan dan kebencian. Bagaimana pun, kau adalah harapan untuk kerapuhan jiwaku saat ini, namun saat itu pula kau a...
KUTUKAN NASIB kabut mulai turun perlahan menyentuh dedaunan alang ilalang senjapun mengepakan lembayung menantang riang menggoda jiwa yang terrenggut kesedihan untuk terbang mengawang menjelajahi alam hayal menjumpai kebahagiaan yang selalu hilang matahari diam-diam bersembunyi di ketinggian bukit rasa sakitpun kembali bangkit menjerit membelah kemisterian malam yang tak mampu terungkit lalu penyesalan kembali bangkit melolongkan teriakan sakit kehilangan memang selalu menyimpan sejumlah penyesalan menangispun menjadi satu-satunya jalan untuk tetap bertahan dalam suasana jiwa tertekan beban dalam suasana hati yang tak mampu merelakan saat malam datang ku harap  ia membawa bulan yang telanjang menarikan tarian-tarian jalang yang liar merangsang maka aku akan ikut bergoyang memegang paha yang menegang lalu orgasme di alam mimpi yang beraroma porno di atas ranjang namun, saat aku terbangun di pagi hari yang sunyi ketiadaanmu mulai mengha...

Puisi-BASAH RINDUKU

BASAH RINDUKU Hujan perlahan turun seakan memberi peringatan walau tak lantang Bahwa beberapa bulan kedepan ia akan menguasi bumi yang kerontang Celakanya ia tak hanya menguasai bumi yang makin telanjang Tapi hatiku pun dibasahi kegilasahan yang jalang Rindu satu persatu berjatuhan di upuk jiwa yang sebentar lagi memuara lara Tak seperti air hujan yang berjatuhan memiliki makna Bagi para pekerja dan pencari berkah karunia Sang Esa Namun rinduku mengendap didinding harap yang terlupa Kasih,,selimutilah dingin rinduku dengan sebait sabdamu Jangan biarkan ia terlunta dalam galau yang membisu Walaupun semakin deras air hujan menghantam Tapi ia akan tetap bertahan dan terdiam Rinduku telah tertikam oleh hembusan napasmu yang suci Oleh cinta dan kesetiaan yang kau miliki Maka sambutlah ia wahai muara rinduku Milikilah ia dengan segenap kehidupanmu Lalu kita maknai setiap tetes air hujan untuk memupuk kerinduan Menjadikannya tinta untuk melukisk...

Applikasi Usia siswa Sekolah Format xl

Langsung saja.. silahkan di coba di sini... klik