Puisi-BASAH RINDUKU
BASAH RINDUKU
Hujan perlahan turun seakan memberi peringatan walau tak
lantang
Bahwa beberapa bulan kedepan ia akan menguasi bumi yang
kerontang
Celakanya ia tak hanya menguasai bumi yang makin telanjang
Tapi hatiku pun dibasahi kegilasahan yang jalang
Rindu satu persatu berjatuhan di upuk jiwa yang sebentar
lagi memuara lara
Tak seperti air hujan yang berjatuhan memiliki makna
Bagi para pekerja dan pencari berkah karunia Sang Esa
Namun rinduku mengendap didinding harap yang terlupa
Kasih,,selimutilah dingin rinduku dengan sebait sabdamu
Jangan biarkan ia terlunta dalam galau yang membisu
Walaupun semakin deras air hujan menghantam
Tapi ia akan tetap bertahan dan terdiam
Rinduku telah tertikam oleh hembusan napasmu yang suci
Oleh cinta dan kesetiaan yang kau miliki
Maka sambutlah ia wahai muara rinduku
Milikilah ia dengan segenap kehidupanmu
Lalu kita maknai setiap tetes air hujan untuk memupuk
kerinduan
Menjadikannya tinta untuk melukiskan harapan dan tujuan
Hingga suatu hari nanti dikala musim hujan telah berlalu
Kita rasakan manisnya kerinduan dan harapan yang menyatu
Sukabumi, 22 Maret 2017
Herrist janggalisme
Komentar
Posting Komentar